Langsung ke konten utama

Kenangan Termanis

 

Kenangan Termanis



Kenangan manis menjadi terkenang itu pahit, kenapa setelah pertemuan
harus ada perpisahan? meninggalkan bekas bernama kenangan.
Sama seperti hujan selalu menjanjikan pelangi setelah kepergiannya,
seperti sore yang selalu setia menati senja.
Namun, manisnya hanya terkenang sesaat setelah kebahagiaan berlalu,
perlahan-lahan jejak langkah kita di tepi pantai terhapus gulungan ombak.
Haruskah aku menyalahkan takdir Tuhan?
Ataukah berteriak kepada sang waktu agar memutar kembali detik kenangan bersamamu.
Tanganku terasa lemas, tak berdaya rasanya berdikari dengan waktu,
setelah mengikhlaskanmu pergi. Bagiku, indah itu memilukan, bersama itu meresahkan, bahagia itu kesedihan. Aku benci waktu yang selalu menyisakan kenangan di setiap perjalanan hidupku. Waktu telah merenggut detik kebahagiaan yang ku punya, kini kenangan memberiku sebuah pelajaran, keindahan itu hanyalah sesaat.

 

Blue Sky, 03 Juni 2021

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jejak Impian berkahTakdir Tuhan

  Melanjutkan studi ke bangku kuliah adalah impian setiap orang dalam mewujudkan cita-cita. Namun, karena keuangan keluargaku yang minim sehingga aku memilih untuk istirahat selama satu tahun. Ibuku pernah bilang "memberimu sesuap nasi saja sudah cukup, selebihnya tentang masa depanmu ibu hanya bisa berdo'a agar keberuntungan selalu pada orang yang mau berusaha dan kerja keras". Mendengar ucapan ibu aku jadi berfikir pasti ibu lelah dalam menafkahiku seorang diri tanpa ayah, aku memutuskan untuk tidak lanjut kuliah selama itu aku berusaha untuk mengumpulkan uang untuk biaya untuk masuk kuliah tahun depan nanti. Aku pernah berputus asa, agar tidak menambah beban bagi ibu dengan melanjutkan kuliah. Sampai akhirnya berkah do'a ibu dan orang-orang yang aku sayangi, sehingga aku ditawarkan untuk memilih Universitas yang ingin aku pilih sebagai studi lanjutan ke jenjang perkuliahan. Namun, jalanku begitu diuji dengan hal-hal yang tidak diduga menuju universitas impian awaln...
 Dear Buble Gum  Ayah Dimana??                                                                           11 Desember 2024      Saat ini aku sangat memerlukan peran ayah disisku Entah Ayah tidak tahu aku ada... atau memang ayah tidak peduli terhadapku Satu yang pasti dan tak pernah berubah aku akan selalu merindukanmu... Berat rasanya  Ayah jikalau harus memikul beban ini sendirian Allah selalu mengujiku dengan segala takdirNya.... Ayah yang tak pernah kunjung datang menemuiku atau mungkin selamanya kita tak bisa bertemu Untuk Ibu Aku selalu menanti pertanyaanmu akan keadaanku... Setiap hari menunggu kabar dan telpon darimu....  Ibu tahu aku sangat merindukan berada di pelukmu tapi itu hanyalah ilusi tak bertepi Terimakasih Ayah dan Ibu ...
                                                       Duka Negeriku N egeriku penuh kepiluan, dalam sayutan bumi pertiwiku. H aus dan rakusnya DPRku M embuat rakyatku hanyut dalam ny an yian yang begitu menyedihkan. L ambaian para demonstran dibalas dengan kekrasan fisik pihak pemerintah.  A ir mata keharuan jatuh di atas bumi pertiwiku, tidak dihiraukan R akyat jelata, G enerasi muda, Para pemburu dolar, K ini menjadi deret terdepan dalam aksi yang menyuarakan atas nama penderitaan rakyatku. S emoga yang kuasa memberi sedikit sucinya para pemimpin negaraku, semoga Ami n Ya R abbal Alamin .   Blue Sky